Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Menyambut Kelahiran Juknis Pokjawas

Setelah lebih dari 7 tahun bersemayam dalam batang tubuh Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2012 (PMA 2/2012), akhirnya Petunjuk teknis Kelompok Kerja Pengawas (Juknis Pokjawas) Madrasah lahir dengan selamat pada tanggal 19 Oktober 2020 dari rahim Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama yang dibidani oleh Muhammad Ali Ramdhani. Kelahiran juknis yang beregister Kepdirjenpendis No 5851 Tahun 2020 tersebut diharapkan dapat memberikan arah yang lebih jelas bagi perjalanan organisasi pengawas satuan pendidikan khas kementerian agama, terutama menyangkut (1) konsep, (2) pembentukan, (3) penyelenggaran, (4) pembinaan, (5) kemitraan dan pengembangan pokjawas madrasah. Meski sebelumnya telah disinggung dalam pasal 16-18 PMA 2/2012 sebagaimana telah diubah dengan PMA 31/2013, eksistensi pokjawas selama 7 tahun yang lalu baru sebatas tubuh tanpa konsep yang jelas. Sehingga tidak jarang bertindak hanya atas dasar latah behavior (Prilaku Latah). Paling hanya ikut-ikutan konsep ...

Muhasabah

Tulisan berikut merupakan sambungan dari bagian sebelumnya tentang Fenomena Akhir 2014. Image : belparktri.com Di tengah lajunya perputaran masa, kita perlu meluangkan waktu untuk merespon berbagai perubahan dalam hidup yang selama ini kita jalani. Melihat kembali keadaan diri dengan usia yang pada hakikatnya semakin berkurang. Melihat berarti mengevaluasi untuk kemudian merevisinya ke arah yang lebih baik. Ini bukan pekerjaan yang mudah kala banyak yang tidak mau melihat kembali rekam jejak hidupnya, apalagi berfikir untuk merubahnya. Di butuhkan kesadaran yang mendalam untuk merespon semua itu. Kesadaran bahwa semua akan berakhir dan akan berbalas. Kesadaran bahwa kita hanya akan mengetam apa yang kita tanam, Kesadaran bahwa kita sedang berpacu dengan waktu dan Kesadaran bahwa kematian lebih cepat datangnya dari semua angan-angan yang kita miliki. Kita tak boleh lengah sedikitpun, terbuai oleh kenikmatan sesaat, hingga hidup digerogoti usia dan sampai pada keadaan tak lagi b...

Di antara Fenomena Akhir Tahun

Di penghujung tahun 2014 ini, AirAsia menjadi trending topik media disamping isu ribut-ribut soal ucapan natal (ucapan selamat lahir 'tuhan') dan sejumlah musibah yang melanda kawasan nusantara. Sementara para ibu tenggelam dalam promo diskon di pusat-pusat perbelanjaan, yang lain banyak yang tengah berjuang di tengah kemacetan jalanan liburan. Foto : achilq.blogspot.com Meski bukan miliknya ummat Islam, pergantian tahun masehi di negeri ini tidak bisa lepas dari orang Indonesia yang beragama Islam. Pasalnya, dunia pendidikan yang digagas mendikbud sekuler sejak Era Ordebaru memang telah mengkondisikan bahwa bulan Desember sebagai bulan menghabiskan uang (sampai-sampai BI mengumumkan Uang Yang Diedarkan mencapai angka 566 T), yakni dengan menjadikan akhir tahun sebagai hari liburan sekolah. Kondisi itu sepertinya betul-betul dimanfaatkan oleh banyak orang (termasuk kaum muslimin) untuk mengikuti kehendak Sang Perusak, yakni menghabiskan akhir tahun dengan liburan, pes...

TPG, Kualitas Pembelajaran dan Gaya Hidup

Salah satu tujuan pemberian Tunjangan Profesi Guru atau yang lebih sering disebut sertfikasi adalah agar guru mampu berkonsentrasi dalam mengajar di kelas tanpa dibayangi dengan urusan-urusan lain seperti urusan utang-piutang karena kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Selain itu, dana yang diberikan sebanyak gaji pokok pns ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menunjang kelancaran proses belajar-mengajar, seperti pengadaan media pembelajaran, buku penunjang dsb. Foto : dangstars.blogspot.com Namun dalam realitanya, adanya tunjangan sertifikasi ternyata membuat beberapa guru mengalami peningkatan gaya hidup. Tak sedikit guru yang memanfaatkan pemberian tunjangan sertifikasi untuk mengambil kredit mobil dan barang-barang mewah sehingga guru tetap saja disibukkan dengan urusan utang-piutang. Sementara kemampuan mengajarnya tetap mengandalkan gaya kuno yang sangat membosankan dan yang bersangkutan tetap gagap teknologi (Gaptek) Sebagai sosok yang digu GU dan diti RU , terutama...

Contoh Sekularisasi Dalam Pendidikan

Bagi guru Sejarah Nasional tentunya tidak asing lagi dengan foto wanita ini. Pejuang kemerdekaan yang dilahirkan pada tahun 1848 ini merupakan keturunan langsung Sultan Aceh. Ia menikah dengan Teuku Ibrahim Lamnga pada usia masih belia tahun 1862 dan memiliki seorang anak laki-laki. Foto : suaranews.com Ketika Perang Aceh meluas tahun 1873, Cut Nyak Dien memimpin perang di garis depan, melawan Belanda yang mempunyai persenjataan lebih lengkap. Setelah bertahun-tahun bertempur, pasukannya terdesak dan memutuskan untuk mengungsi ke daerah yang lebih terpencil. Dalam pertempuran di Sela Glee Tarun, Teuku Ibrahim gugur. Kendati demikian, Cut Nyak Dien melanjutkan perjuangan dengan semangat berapi-api. Kebetulan saat upacara penguburan suaminya, ia bertemu dengan Teuku Umar yang kemudian menjadi suami sekaligus rekan perjuangan. Dengan latar belakang keturunan Sulthan Aceh dan kedua suaminya yang bergelar Teuku, pantaskah foto Bunda Pejuang ini dipaparkan "tanpa hijab"? ...

Bukan Sekedar Pengajar Tapi Pendidik

Berbeda dengan semata mengajar yang hanya merupakan proses transformasi ilmu,mendidik berarti menjadikan seseorang berilmu dan mengamalkan ilmunya untuk kebaikan serta terus mendorong anak didiknya untuk terus menambah ilmunya dan menjadikan setiap tambahan ilmu yang didapatkan juga menambah setiap prilaku atau kehidupannya berangsur menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, begitu seterusnya tanpa terputus. Sumber Foto : PP Darul Quran (pppa.or.id) Tujuan utama dari sebuah lembaga pendidikan adalah menghasilkan anak didik yang tidak hanya memiliki prestasi tapi juga memiliki akhlak yang baik. Maka itu tenaga pendidik memiliki peran yang sangat penting untuk mencapai tujuan dan cita-cita tersebut. Media tercanggih dan fasilitas lengkap belum cukup apabila belum dilengkapi tenaga pendidik yang baik. Dengan latar belakang itulah Rumah Tahfidz Darul Quran Ridho Gusti Pandowoharjo Sleman mengadakan kajian membahas tentang bagaimana menjadi seorang pendidik. Kajian yang dilaksanakan bebera...

Kurikulum VS Guru Professional

Efektivitas sebuah kurikulum tergantung kepada profesionalisme guru. Di tangan guru yang profesional, kurikulum yang tidak baik bisa menjadi baik. Dengan mentalitas, kreativitas, serta daya inovasinya, kurikulum yang kurang baik bisa menjadi efektif. Sebaliknya, sebaik apapun kurikulum tetapi guru tidak profesional, kurikulum tidak akan berarti apa-apa. Di tangan guru yang tidak profesional, Euforia untuk merevitalisasi sistem pendidikan kita masih menyisakan suasana yang kontraproduktif yang menarik kita simak. mulai dari kesejarhtraan guru, hingga gonta-ganti kurikulum. Betapa tidak, dunia pendidikan di negeri ini selalu dirundung berbagai ironi. Hal itu terjadi karena selama ini dunia pendidikan selalu dipandang sebelah mata dan tidak diperlakukan sebagaimana mestinya. Bahkan, yang paling ironis lagi adalah dunia pendidikan sudah menjadi budaya permainan para elite politik. Berbagai intervensi dan hegemoni politik terhadap dunia pendidikan menjadi komoditas politik yang keuntunganny...

Lama Pengawas Berada di Madrasah

Pengawas memiliki sekolah binaan minimal 7 dan/atau 40 orang guru dalam mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran serta memiliki kewajiban membina kepala sekolah. Untuk melaksanakan kegiatan ini sebaiknya pengawas memiliki standar prosedur melaksanakan pemantauan, penilaian, pembinaan yang ditetapkan secara nasional untuk mendapatkan produk pengawasan yang terstandar) Sebagai pemantau, penilai dan pembina madrasah, pengawas tentu saja tidak bisa jauh-jauh dari lembaga pendidikan yang berada di bawah binaannya. Namun terlalu lama dan atau terlalu sering berada di madrasah juga menimbulkan masalah bagi warga wadrasah, khususnya bagi guru dan kepala madrasah. Menghadapi dilema ini, dengan memperhatikan sejumlah indikator operasional pelaksanaan tugas pengawas pendidikan maka sebaiknya direktorat Jenderal Pendidikan Islam (dirjen pendis) turun tangan menetapkan aturan berapa lama seorang pengawas harus berada di madrasah. Standar yang ditetapkan perlu mempertimbangkan keberadaan pengaw...