Langsung ke konten utama

Minggu ke-2 Maret, UAMBN Digelar

Image : bosmirasy.blogspot.com
Tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UANBM) khusus untuk mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab bagi Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah tahun pelajaran 2014/2015 telah diagendakan sebelum pelaksanaan Ujian Nasional, yakni :
  1. Madrasah Aliyah : 09 s/d 11 Maret 2015
  2. Madrasah Tsanawiyah : 23 s/d 25 Maret 2015

Pelaksanaan UAMBN TP 2014/2015 yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 35 Tahun 2015 ini secara umum dimaksudkan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang pada satuan pendidikan, sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) nasional, dengan fungsinya sebagai:
  1. Bahan Pertimbangan dalam Penentuan Pemetaan Mutu Madrasah
  2. Salah satu syarat Penentuan Kelulusan
  3. Umpan Balik dalam Perbaikan Program Pembelajaran Pada MTs dan MA
  4. Alat Pengendali Mutu Pendidikan
  5. Pendorong Peningkatan Mutu Pendidikan pada MTs dan MA
Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh madrasah Tsanawiyah dan Aliyah agar segera mendaftarkan calon pesertanya melalui format Daftar Normatif Tetap (DNT) peserta Ujian Nasional ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota u.p. seksi pendidikan madrasah untuk diteruskan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi u.p. bidang pendidikan Madrasah.

http://wasdikmad.blogspot.com/2015/02/minggu-ke-2-maret-uanbm-digelar.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekali Membentak Ribuan Sel Otak Anak Rusak

"Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.” Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah. Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monit...

TPG Madrasah Kuansing Masih Terkendala

Dalam salah satu edaran Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kuantan Singingi tentag pedoman dan persyaratan pencairan Tujangan Profesi Guru Madrasah tahun 2015 tertulis bahwa pada tanggal 1 April 2015, dana sudah bisa di cek di rekening masing-masing guru. Namun sampai senin 27 April, dana tersebut masih belum ada tanda-tandanya. Image : beritakawanua.com Ketika dikonfirmasi dalam sebuah pertemuan bersama tim pengelola tenaga pendidik dan kependidikan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau, Drs. Alfiani selaku kasi penmad Kemenag Kuansing menjelaskan bahwa saat itu pihak Kemenag tengah melaksanakan revisi anggaran ke Kemenag RI (pusat), sehingga pencairan baru dapat dilasakankan setelah revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) selesai. Sejak Rabu, 6 Mai 2015, terdengar kabar bahwa revisi DIPA telah selesai. Ironisnya, kabar itu menyebutkan bahwa dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) Madrasah tidak berubah, yakni tetap hanya cukup untuk 40 orang tenaga pendidik profesion...

Mereka Meniru Anda, Orang Tuanya

ada wilayah "merah" yang tidak boleh dilakukan di depan anak-anak, sehingga nantinya tidak perlu kawatir bahwa pada suatu saat anak akan berdalih, "Ini bukan yang dikatakan ayah dan ibu, tapi ini lah yang dilakukan ayah dan ibu," Banyak hal-hal kecil yang dilakukan oleh orang dewasa sesungguhnya memberi contoh buruk tanpa mereka pernah sadari. Salah satunya seperti dalam lagu Sule: "Papa,.. telepon.." "Halo Om, si Papa bilang gak ada" Kata-kata seperti itu sering kali menjadi pesan para orang tua kepada pasangannya, pembantu, bahkan pada anak mereka. Mungkin karena malas berbicara dengan si penelepon, menghindari bertemu dengan seseorang seperti penagih hutang ( debt collector ), takut dimintai bagian dalam proyek lelang dan lain sebagainya. Meski kadang dianggap sepele, cara tersebut sebenarnya telah memberi contoh bagaimana berbohong kepada anak. Sehingga ketika mereka melihat orang tua berbohong dengan mudah, mereka pun akan berkata p...