Langsung ke konten utama

TPG Madrasah Kuansing Masih Terkendala

Dalam salah satu edaran Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kuantan Singingi tentag pedoman dan persyaratan pencairan Tujangan Profesi Guru Madrasah tahun 2015 tertulis bahwa pada tanggal 1 April 2015, dana sudah bisa di cek di rekening masing-masing guru. Namun sampai senin 27 April, dana tersebut masih belum ada tanda-tandanya.

Image : beritakawanua.com

Ketika dikonfirmasi dalam sebuah pertemuan bersama tim pengelola tenaga pendidik dan kependidikan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau, Drs. Alfiani selaku kasi penmad Kemenag Kuansing menjelaskan bahwa saat itu pihak Kemenag tengah melaksanakan revisi anggaran ke Kemenag RI (pusat), sehingga pencairan baru dapat dilasakankan setelah revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) selesai.

Sejak Rabu, 6 Mai 2015, terdengar kabar bahwa revisi DIPA telah selesai. Ironisnya, kabar itu menyebutkan bahwa dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) Madrasah tidak berubah, yakni tetap hanya cukup untuk 40 orang tenaga pendidik profesional. Padahal di Kabupaten Kuantan Singingi, tercatat lebih dari 90 orang guru dan pengawas yang TPG-nya dibayarkan melalui Seksi Pendidikan Madrasah.

Kondisi demikian tentunya menjadi masalah yang cukup membebani pemikiran para pengelola TPG di seksi penmad kemenag Kuantan Singingi. Namun apapun nanti jadinya, selain keterlambatan, selayaknya para guru profesional tidak dibebani pula dengan kekhawatiran "kehilangan" hak-haknya, terutama bagi guru Non-PNS.

http://wasdikmad.blogspot.com/2015/05/tpg-madrasah-kuansing-masih-terkendala.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekali Membentak Ribuan Sel Otak Anak Rusak

"Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.” Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah. Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monit...

Mereka Meniru Anda, Orang Tuanya

ada wilayah "merah" yang tidak boleh dilakukan di depan anak-anak, sehingga nantinya tidak perlu kawatir bahwa pada suatu saat anak akan berdalih, "Ini bukan yang dikatakan ayah dan ibu, tapi ini lah yang dilakukan ayah dan ibu," Banyak hal-hal kecil yang dilakukan oleh orang dewasa sesungguhnya memberi contoh buruk tanpa mereka pernah sadari. Salah satunya seperti dalam lagu Sule: "Papa,.. telepon.." "Halo Om, si Papa bilang gak ada" Kata-kata seperti itu sering kali menjadi pesan para orang tua kepada pasangannya, pembantu, bahkan pada anak mereka. Mungkin karena malas berbicara dengan si penelepon, menghindari bertemu dengan seseorang seperti penagih hutang ( debt collector ), takut dimintai bagian dalam proyek lelang dan lain sebagainya. Meski kadang dianggap sepele, cara tersebut sebenarnya telah memberi contoh bagaimana berbohong kepada anak. Sehingga ketika mereka melihat orang tua berbohong dengan mudah, mereka pun akan berkata p...